Mangga atau Mangga (dalam Bahasa) adalah salah satu buah tropis yang dapat Anda temukan di Indonesia sepanjang tahun. Ada banyak jenis varietas Mangga yang dibudidayakan di Indonesia. Setiap varietas memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, tetapi semuanya memiliki satu kesamaan: semuanya lezat!

Sebagian besar mangga di Indonesia dimakan matang, tetapi ada juga beberapa jenis mangga muda yang biasanya dikonsumsi di Rujak (salad buah Indonesia) atau Sambal . Mangga matang dapat ditemukan dengan mudah di supermarket di seluruh negeri, pasar tradisional, atau bahkan dari pohon Mangga liar di dekat rumah Anda. Berikut adalah beberapa Suplayer Mangga Indramayu terbaik dan paling populer yang harus Anda coba:

  • Mangga Arumanis

Mangga Arumanis atau Harum Manis berasal dari Probolinggo, Jawa Timur. Arumanis berarti “harum dan manis” atau harum dan manis — persis seperti rasanya. Mangga Arumanis yang matang memiliki kulit hijau gelap yang dilapisi dengan lilin alami tipis keabu-abuan. Dagingnya berwarna kuning pekat, tebal, dan lunak dengan sedikit atau tanpa serat. Mangga Arumanis paling baik dimakan saat matang.

  • Mangga Indramayu

Sama seperti namanya, Mangga Indramayu berasal dari Indramayu, Jawa Barat. Ini memiliki aroma yang kuat dengan sedikit rasa manis yang kuat. Mangga Indramayu memiliki bentuk yang lebih besar daripada varietas Mangga lainnya, dan selain aromanya yang berbeda, Mangga Indramayu juga mudah dibedakan dari varietas Mangga lainnya. Mangga Indramayu yang matang memiliki kulit hijau dan kekuningan. Memiliki daging yang tebal, sedikit berair dan serat yang menonjol, membuatnya paling baik dikonsumsi selama musim kemarau.

Apa Saja Suplayer Mangga Indramayu?

  • Mangga Golek

Mangga jenis ini memiliki bentuk lebih panjang dari varietas lainnya. Mangga Golek yang matang memiliki kulit hijau kekuning-kuningan dengan titik-titik cokelat muda. Mangga Golek muda juga sering digunakan untuk Rujak, karena tidak terlalu asam dan dagingnya renyah. Daging Mangga Golek yang matang tebal namun lembut, tidak terlalu berair dan berserat, rasanya manis dan berwarna kuning tua hingga oranye.

Trivia: “Golek” dalam bahasa Jawa berarti “untuk mencari”, dan dikatakan bahwa Anda akan terus mencari Mangga Golek setelah rasa pertama, karena itu namanya.

  • Mangga Manalagi

Rasa Mangga Manalagi adalah kombinasi dari Mangga Golek dan Mangga Arumanis. Mangga varietas ini memiliki ukuran lebih kecil dari Mangga Golek, dan kulitnya terlihat mirip dengan Mangga Arumanis ketika sudah matang. Mangga Manalagi matang memiliki rasa manis dengan daging tebal, berat, dan berserat. Paling baik dimakan segar, terutama jika matang di pohon!

  • Mangga Apel

Namanya benar-benar menyiratkan bentuknya. Tidak seperti varietas Mangga lain yang memiliki bentuk lonjong, runcing, bentuk Mangga Apel berbentuk bulat, seperti halnya apel. Kulit berwarna hijau dan sedikit kemerahan di bagian atas buah. Apel Mangga Muda rasanya asam dan memiliki tekstur renyah (seperti apel Granny Smith), sedangkan Apel Mangga Apel rasanya manis dan memiliki tekstur lunak. Anda mungkin tidak dengan mudah menemukan Mangga Apel di supermarket, karena ini bukan varietas mangga yang biasa dibudidayakan. Mangga Apel paling baik dikonsumsi sebagai Rujak.

  • Mangga Gedong Gincu

Mangga Gedong Gincu sebagian besar dibudidayakan di Majalengka dan Cirebon, Jawa Barat. Tidak seperti yang lain, Mangga jenis ini memiliki ukuran lebih kecil dan agak rata. Sementara sebagian besar varietas Mangga di Indonesia memiliki kulit hijau, Mangga Gedong Gincu memiliki berbagai warna: hijau, kuning, atau merah. Mangga Gedong Gincu yang matang memiliki kulit kemerahan dan aroma yang harum. Dagingnya berwarna kuning dan berserat, membuatnya agak sulit dipotong. Demikianlah ulasan tentang suplayer mangga indramayu semoga bermanfaat.

Suplayer Mangga Indramayu
Jl.Perum Kepandean Regency Blok D No. 19-20 Kepandean – Kec. Indramayu
Kab. Indramayu – Jawa Barat
Indonesia (45214)

Call/SMS/WA : +6289670184654
E-mail :[email protected]

LiveChat Senin-Sabtu (08:00 – 17:00) WIB
*Sabtu s/d jam 17.00 WIB
*Minggu Slow Respond